Sienna lebih dulu memandang pada Kaylan, lalu dia kembali menatap Kian.“Kaylan berkata kalau Anda punya anak tapi tidak ada di sana, apa itu benar? Saya hanya penasaran saja, karena Anda sangat baik mau memberikan pakaian anak Anda untuk Kaylan.”Sienna bicara dengan sangat hati-hati.Tapi melihat diamnya Kian, Sienna kembali bicara. “Jika Anda tidak mau menjawab, tidak apa-apa, Nyonya. Maaf saya sudah lancang bertanya hal pribadi pada Anda.”Kian mengangguk. Senyumnya diangkat kecil.“Tidak apa-apa,” balas Kian. Walau pertanyaan Sienna membuat luka di hatinya kembali sedikit terbuka.“Setelah keluar dari rumah sakit, apa yang mau kamu lakukan?” tanya Kian mengalihkan pembicaraan lain. “Dengan kondisimu ini, kamu pasti tidak bisa bekerja yang berat-berat.” Napas Sienna diembuskan pelan. “Saya hanya bisa kerja serabutan, entah menjadi tukang cuci baju atau bersih-bersih.” Senyum Sienna begitu getir.“Karena kondisi saya yang begini, saya akan bekerja seperlunya.” Sienna mencoba terse
Dernière mise à jour : 2026-06-09 Read More