Setelah Diana dan Kaylan tak terlihat lagi dari jangkauan mata.Liza langsung melipat kedua tangannya di dada. Matanya beralih menatap pada Kian untuk menuntut penjelasan."Jadi, Kian? Kamu berhutang cerita padaku.” Liza melirik pada Sienna setelah bicara.Kian terkekeh pelan, lalu menyentuh pundak Sienna agar wanita itu melangkah sedikit lebih maju. "Liza, perkenalkan, ini Sienna. Dia ibunya Kaylan." Kian kemudian menatap Sienna dengan senyum menenangkan. "Sienna, ini Liza. Sahabatku."Sienna mengangguk kaku, mengulurkan tangannya dengan gerakan ragu-ragu. "Halo, salam kenal, Nyonya Liza. Saya Sienna.""Panggil Liza saja, jangan terlalu formal." Liza membalas ramah sambil menjabat tangan Sienna hangat. Dia lalu menatap Kian lagi. "Lalu, bagaimana ceritanya anak Sienna bisa berangkat sekolah bersamamu?""Kaylan sekarang jadi anak asuhku, Liza. Aku yang akan bertanggung jawab atas semua biaya pendidikannya, kalau bisa sampai dia lulus perguruan tinggi nanti." Kian dengan nada suara yan
Read more