Arron mengangguk pelan.Arron melangkah lebih dulu ruang kerja pribadinya, diikuti Kian di belakangnya.Mereka masuk ke dalam ruang kerja. Setelah pintu tertutup, Kian mengajak Arron duduk di sofa.Kian lebih dulu memastikan sang kakek duduk dengan nyaman, kemudian dia duduk di sofa tunggal.“Jadi, apa yang mau kamu bicarakan seserius ini, Kian?” Arron menatap pada Kian yang duduk di dekatnya, matanya menyorot rasa penasaran.Kian menarik napas dalam-dalam, dia mencoba menata kalimatnya dengan tenang. Setelahnya, Kian menatap pada Arron. “Kek, aku ingin meminta izin, ini soal Sienna dan Kaylan.” Kian menjeda kalimatnya, dia bicara dengan sangat hati-hati lalu kembali melanjutkan. “Apa boleh Sienna dan Kaylan tinggal di rumah ini saja bersama kita?”Arron cukup terkejut mendengar pertanyaan Kian, dia tidak langsung menjawab dan hanya diam, untuk memastikan apakah ini benar-benar keinginan Kian.“Selain untuk menolong mereka dari situasi sulit yang tadi aku ceritakan, sebenarnya aku s
Read more