“Ayah, aku berangkat dulu,” ucap Raiya pelan setelah membereskan meja makan.Ayahnya yang masih duduk di kursi hanya mengangguk ringan. “Hati-hati di jalan.”Raiya membalas dengan senyum tipis, lalu melambaikan tangan sebelum berbalik menuju pintu. Ia membukanya perlahan, seolah tak ingin menimbulkan suara, lalu menutupnya kembali dengan hati-hati.Begitu pintu benar-benar tertutup, napasnya terlepas tanpa sadar. Udara pagi menyentuh wajahnya, tapi pikirannya masih penuh.Ia menatap langit sejenak, kosong juga bingung. Seolah ada sesuatu yang ingin ia pahami, tapi tidak bisa ia jangkau.Namun, seperti biasa, Raiya tidak membiarkan dirinya larut terlalu lama. Ia menarik napas dalam, lalu melangkah.Langkahnya ringan, tapi teratur. Jalan yang ia lewati sudah terlalu sering ia lalui, sampai ia tidak perlu lagi benar-benar memperhatikan arah. Hidupnya tidak mudah, dan ia tahu itu.Karena itulah, untuk sekarang.. ia tidak ingin memikirkan hal lain selain masa depannya. Sekolah, nilai, kerj
آخر تحديث : 2026-04-11 اقرأ المزيد