Pagi di Kediaman Elian. "Ma, Pa, Ayo jalan!" seru Lana, gadis remaja itu tampak antusias menyambut hari pertamanya di SMA.Rinjani menghentikan langkah putrinya, matanya menyipit menatap pipi sang anak. "Pipi kamu kenapa merah begini, Lana?""Ya ampun, Ma... ini tuh namanya blush on, biar kelihatan segar," sahut Lana sambil memutar bola mata jenaka."Sayang, ini ketebalan. Dan lipstik ini... kenapa semerah ini? Pakai warna nude saja, yang lebih natural. Hapus ya?" pinta Rinjani lembut namun tegas."Enggak mau!" Lana menghindar, lalu berlari berlindung di balik punggung Elian. "Pa, aku cantik, kan? Sudah mirip princess beneran belum?"Elian tertawa kecil, merangkul bahu putrinya dengan bangga. "Tentu, Sayang. Di mata Papa, kamu yang paling cantik."Rinjani berkacak pinggang, mencoba menahan senyum. "Oh, jadi sekarang aku kalah cantik dari bocah lima belas tahun ini?" godanya.Elian hanya tertawa dan menci
더 보기