"Siang, Pak Elian," sapa Saka dengan nada yang sangat sopan. Ia mengulurkan tangan untuk bersalaman. "Silakan duduk, Saka," ujar Elian ramah menerima tangan Saka. Saka duduk didepan Elian, mencoba menutupi kegugupannya di depan pria yang profilnya selalu ia pelajari di majalah bisnis."Saka, saya dengar kamu punya banyak prestasi di sini. Bukan hanya sebagai Ketua OSIS, tapi juga peraih medali olimpiade sains. Saya bangga anak saya, Lana, bisa bergabung denganmu di sekolah ini. Setidaknya dia punya saingan yang sepadan," ucap Elian sambil menatap remaja itu. "Terima kasih, Pak. Saya juga bangga bisa bersekolah di sini. Dan terlebih lagi... bisa berbicara langsung dengan idola saya," jawab Saka jujur. Sorot matanya memancarkan kekaguman yang murni."Idola? Ya ampun, Saka. Harusnya remaja seusiamu mengidolakan aktor atau penyanyi, seperti anak saya Lana yang sangat mengidolakan K-Pop itu. Kenapa harus pebisnis yang membosankan seper
Last Updated : 2026-02-18 Read more