"Sayang, kangen banget tahu nggak!" sapa Nabila dengan antusias, langsung menghambur ke pelukan Boy setelah sebulan penuh terjebak urusan bisnis di luar negeri."Eh, kapan balik? Kok nggak bilang-bilang? Kalau tahu kamu mendarat hari ini, aku kan bisa jemput ke bandara, Sayang," ucap Boy, sedikit terperanjat namun berusaha menyeimbangkan tubuhnya saat didekap Nabila.Nabila melepaskan pelukannya. "Mukanya datar banget sih, Sayang. Nggak kangen apa? Apa karena aku sudah nggak secantik dulu, iya? Apa karena aku sudah 40-an kamu jadi dingin begini?""Ya ampun sayangku, cintaku, emak dari anakku... kamu tetap cantik mau ubanan juga nggak masalah. Lagian nggak usah tuh rambut dicat warna oranye terang begitu, sudah kayak melihat panen jagung tahu nggak," ucap Boy sambil terkekeh, tangannya mencubit gemas pipi istrinya yang mulai cemberut."Ih, ini tren tahu!" Nabila mendengus, namun kemudian wajahnya berubah serius. "Gimana tadi di sekolah? Pertemu
Read more