"Udah, muka kamu nggak usah ditekuk kayak setrikaan gitu. Masih mending kamu punya Arin sekarang, kan?" goda Boy, sang desainer ternama yang hari ini tampil lebih mencolok dari lampu kristal di langit-langit ballroom. Arka, yang sejak zaman SMA sudah menyukai Sonya, hanya bisa menghela napas panjang. Ia berusaha memasang senyum paling tulus yang bisa ia kerahkan, lalu melangkah menuju Arin—gadis yang kini berdiri anggun di tengah kerumunan tamu. "Ayo, kita ketemu mempelai dulu," ajak Arka pada Arin, mencoba mengalihkan rasa sesak di dadanya. Saat tiba di pelaminan, mata hangat Sonya menyambut mereka. Ia tampak mempesona, dan di sampingnya, Antonio berdiri dengan aura bos mafia yang berusaha ditutup-tutupi oleh setelan tuxedo rancangan Boy yang sangat elegan. "Selamat, Sonya," ucap Arka pelan, menatap mata wanita yang pernah mengisi masa mudanya itu. "Gue tahu, lo bakal jauh lebih bahagia setelah ini." "Aku juga harap kamu bahagia dengan pilihanmu, Arka. Makasih udah datang," jaw
Last Updated : 2026-06-10 Read more