Malam harinya, kediaman utama keluarga Baskara yang tadinya riuh rendah kini telah senyap. Lampu-lampu utama sudah dimatikan, menyisakan pendar temaram di sudut-sudut ruangan. Di dalam kamar utama yang hangat, Elian masih duduk di kursi goyang kayu, mendekap salah satu anak kembar Saka di dadanya. Tangan kecil bocah itu mencengkeram erat kemeja Elian, sementara Elian terus menepuk-nepuk pelan punggung sang cucu dengan ritme konstan, menidurkannya dengan penuh kasih sayang.Rinjani membuka pintu kamar dengan sangat perlahan, nyaris tanpa suara. Langkah kakinya terhenti sejenak di ambang pintu, terpaku menatap pemandangan indah di hadapannya. Ada binar kebahagiaan dan kedamaian yang begitu tulus di wajah suaminya—pemandangan yang dulu sempat ia pikir tidak akan pernah bisa ia saksikan lagi.Rinjani melangkah mendekat, lalu berbisik lirih, "Capek, Sayang?"Elian mendongak, lalu mengangguk pelan sambil tersenyum tipis. Meskipun badannya terasa kaku dan lelah luar biasa pascaoperasi besar
Last Updated : 2026-06-22 Read more