Share

DIMANA LILI?

Penulis: Ayuwine
last update Tanggal publikasi: 2026-01-30 20:06:31

Bukan hanya mereka, para tetangga pun mendengar keributan itu. Satu per satu warga mulai keluar dan akhirnya berkerumun, membuat Rama dan Alya merasa malu dan tertekan. Nadia, yang sama sekali tidak mengetahui apa pun, tampak kebingungan.

“Ada apa sih ini? Pulang saja, Mas, ayo!” ucap Nadia kesal sambil berjalan mendekat. Ia bahkan menarik tangan Rama dengan kasar, meninggalkan Intan yang masih menangis sendirian.

Melihat itu, Alya yang tak tega langsung memeluk Intan, menggantikan pelukan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   MELAWAN IBU TIRI

    ​"Jangan harap bisa mengambil apa pun dari sini! Ingat, jika kamu berani macam-macam, aku akan sakiti papamu!" Anggita berkata dengan tajam. sangat berbanding terbalik dengan tatapan penuh gairahnya beberapa saat lalu. ​Rama menghela napas panjang. Ia merasa muak dengan tingkah perempuan itu. ​"Itu hakku dan aku bebas melakukan apa pun. Soal menyakiti papaku? Kamu yakin bisa?" ledek Rama sembari melangkah mendekat, bahkan sengaja merapatkan tubuhnya ke arah Anggita. ​Anggita sedikit gemetar, namun ada rasa takjub yang menyelinap saat melihat wajah tampan itu berada begitu dekat di hadapannya. “Kamu hanya anak yang baru muncul setelah dewasa. Kami yang berhak menentukan soal harta itu! Pergilah, atau kami akan terus membuatmu tidak nyaman di sini!” desaknya, berusaha menekan Rama agar mundur. ​Rama berdecak. Sikapnya benar-benar sudah berubah; ia bukan lagi pria lemah yang dulu. "Kamu lupa siapa aku? Aku putra dari Tuan Tansri, kolega terbesar di Malaysia ini!" Rama memperjela

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   ANTARA IBU DAN SAUDARA TIRI

    Ia mengambil foto itu, menyingkirkan pecahan kaca yang menghalangi gambarnya. Ia menatapnya kembali, menelisik dengan saksama. ​"Tapi ini sangat mirip dengan Ibu? Apa ini keluarganya juga? Tapi kenapa aku enggak pernah tahu?" ucapnya lagi. Keningnya menyengrit, merasakan kebingungan yang luar biasa. ​"Ah, sudahlah!" ​Akhirnya ia bangkit, meninggalkan foto itu tergeletak begitu saja di lantai. Setelah selesai mengeruk semua uang yang ada di lemari, Nadia melangkah keluar dengan senyum yang merekah. ​"Bi, tolong bersihkan pecahan kaca itu ya. Buang ke tong sampah, semuanya!" titah Nadia tanpa menatap sang bibi yang sedang mengepel lantai di lantai bawah. ​"Iya, Non!" ​Setelah selesai mengepel lantai yang luasnya minta ampun, Nunu langsung bergegas ke atas membawa sapu beserta pengki. Ia masuk ke dalam kamar Alya sambil menggeleng kecil. ​"Non Nadia ini sifatnya sangat jauh berbeda dengan Nyonya Alya," bisiknya sambil berjongkok memunguti beling ke dalam pengki. ​Ia sempa

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   FOTO SIAPA?

    Waktu seolah mengecil. Masa-masa mengunjungi toko bunga mendiang ibu Rama telah usai. Alya adalah orang yang paling berat melepaskan kenangan di sana. Ia menatap bangunan tua itu berkali-kali dengan pandangan berat, sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil jemputan yang dikirim oleh Tansri. ​Di dalam mobil, keheningan menyelimuti. Alya menatap lurus ke arah jalanan Eropa yang mulai menjauh, hingga ia merasakan tangan hangat dan kekar Rama menyelusup masuk, menggenggam jemarinya erat. ​Alya menoleh, mendapati wajah Rama yang tampak gelisah. "Kenapa, Bu? Apa Ibu keberatan jika kita lanjut ke Malaysia?" tanya Rama pelan. ​Alya menggeleng pelan, namun kemudian mengangguk tipis. Rama mengernyit bingung. "Maksud Ibu?" ​"Sepertinya Ibu harus pulang duluan, Ram. Terlalu lama Ibu meninggalkan Nadia sendirian di rumah," ucap Alya lirih. "Ibu juga takut... bagaimana perasaan ibu tiri dan saudara tirimu nanti jika melihatmu datang bersama mertuamu, bukan istrimu?" ​Rama terdiam. Ia ingin m

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   PAPA RAMA?

    ​"Ram, ah! Kamu ini kebiasaan!" desah Alya mencoba protes. Namun, alih-alih mendengarkan, Rama justru dengan sigap membopong tubuh sintal mertuanya itu. Alya kembali memekik kaget, jantungnya berdegup kencang antara takut dan gairah yang meluap. ​Rama melangkah mantap, seolah sudah hafal setiap sudut dan celah di dalam toko bunga peninggalan ibunya itu. Ia hendak membawa Alya masuk ke sebuah ruangan pribadi di bagian belakang, namun langkahnya terhenti seketika. ​Ting! ​Suara lonceng pintu depan berbunyi nyaring, menandakan ada pelanggan yang masuk. Alya mendesah kesal, segera merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan. Rama menurunkan tubuh Alya dengan berat hati, lalu menggandeng tangannya menuju bagian depan toko. ​Ternyata, sosok yang datang adalah Lucia. "Ram, halo..." sapanya dengan suara bergetar. Wajahnya pucat pasi, tak ada lagi sisa-sian keangkuhan yang ia tunjukkan beberapa hari lalu. ​Alya, yang pada dasarnya tidak pernah benar-benar bisa membenci seseorang, langsun

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   APAKAH MUNGKIN?

    ​Dua hari telah berlalu. Kondisi Rama membaik dengan cepat hingga ia diperbolehkan meninggalkan rumah sakit. Anehnya, sejak Lucia dipanggil oleh Tansri hari itu, wanita bule tersebut tidak pernah menampakkan batang hidungnya lagi. Bahkan saat Rama dan Alya mengunjungi toko bunga peninggalan mendiang ibu Rama, Lucia tetap tidak terlihat. ​Alya sempat ingin bertanya, namun rasa sungkan menahannya. Di hotel pun, Lucia seolah hilang ditelan bumi. Alya berusaha menepis prasangka buruk; ia tidak ingin memikirkan hal negatif tentang apa yang mungkin dilakukan besannya terhadap asisten tersebut. ​"Kenapa, Bu?" tanya Rama yang rupanya menyadari raut gelisah di wajah mertuanya. ​Alya menggeleng pelan, lalu jemarinya menyentuh satu tangkai bunga lili yang putih bersih. "gak apa-apa, Ram. Bunga ini cantik sekali..." ​"Bawa saja, Bu. Jika Ibu mau, aku akan memenuhi seluruh mansion kita dengan bunga lili seperti ini," sahut Rama sungguh-sungguh. ​Alya terkekeh, namun ia menyimpan kembali bunga

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   KETAKUTAN DI MATA LUCIA

    Ceklek. ​Pintu kamar rawat inap itu kembali terbuka. Ketiganya menoleh serentak. Sosok Tansri berdiri di sana dengan wibawa yang tak tergoyahkan. Sang ayah akhirnya sampai. ​"Ram, bagaimana kabarmu?" tanya Tansri seraya menduduki kursi yang diberikan oleh Alya. Alya sendiri memilih untuk berdiri, memberikan ruang bagi ayah dan anak itu. ​"Terima kasih, Al," ucap Tansri singkat pada besannya. Alya hanya menunduk dan mengangguk sopan, Lucia mengerang dalam hati; ia merasa kalah cepat dalam mengambil hati sang tuan besar. ​"Papa mau bicara," ucap Tansri sengaja menggunakan bahasa Inggris agar Lucia mengerti bahwa pembicaraan ini bersifat pribadi. ​"Kalau begitu, kami permisi dulu, Tuan," sahut Lucia cepat. Ia khawatir Alya akan kembali mencuri perhatian Tansri jika mereka tetap di sana. ​"Pa, saya keluar dulu," pamit Alya yang langsung disambut anggukan oleh Tansri. ​Setelah pintu tertutup rapat, Tansri menatap tajam ke arah pintu kayu tersebut. "Ada apa, Pa?" tanya Rama pelan. ​

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   PAPA?

    ​"Kenapa kamu lari?" suara Tan Sri memecah kesunyian, tidak lagi menggelegar seperti tadi, melainkan terdengar seperti bisikan seorang ayah yang sedang terluka. ​Rama memberanikan diri mendongak. "Saya tidak lari, Tuan. Saya hanya kembali ke kehidupan saya yang seharusnya. Kehidupan orang biasa."

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-28
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   DENDAM YANG TAK TERBALASKAN

    Perjalanan menuju Surabaya itu dipenuhi aura kegelapan yang pekat. Di dalam mobil, Tan Sri bukan lagi sosok CEO yang tenang; ia adalah seorang pria yang kehilangan arah, yang jiwanya telah lama mati bersama mendiang istrinya, Lili,ibu kandung Rama yang sesungguhnya. Penyesalan yang teramat besar a

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-28
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   NADIA OH NADIA

    Sementara itu, di sudut lain kota, suasana rumah terasa sangat sunyi dan dingin sedingin es. Alya baru saja terbangun. Ia melangkah turun ke lantai bawah, matanya sedikit menyipit saat melihat meja makan sudah terhidang sarapan yang masih mengepul hangat. Senyum tulus terukir di wajahnya yang letih

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-28
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   PERTEMUAN

    ​Hari demi hari berlalu dalam kesunyian yang mencekam. Sikap Rama terhadap Nadia berubah total; ia menjadi sosok yang sangat dingin dan tidak terjangkau. Rama hanya menunjukkan sisi hangat dan manisnya kepada Alya, itu pun dilakukan secara sembunyi-sembunyi di belakang Nadia. Di depan istrinya, R

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-28
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status