"Mohon maaf, Bu Selina. Seperti yang saya sampaikan tadi, Pak Davin ada agenda mendadak di luar kota. Ada masalah distribusi yang harus beliau tinjau langsung. Saya sendiri yang menyiapkan berkasnya. Beliau ada di Malang.""Sejak kapan Davin jadi begitu rajin sampai harus berangkat sendiri. Ini tanpa membawa baju ganti pula? Jangan jadi tameng untuk menutupinya, Tito."Di seberang sana, suara Tito terdengar sangat berhati-hati. "Saya sudah menjawabnya, Bu," jawab Tito datar, sebuah jawaban yang makin menyulut api di dada Selina.Wanita itu mematikan sambungan secara sepihak. Dadanya naik turun, sesak oleh kecurigaan yang menggebu. Dengan tangan gemetar, ia mencari kontak ibunya. Ia butuh pelampiasan."Halo, Ma? Mama tahu apa yang dilakukan menantu Mama itu? Dia nggak pulang. Katanya ke luar kota, tapi perasaanku bilang dia memang sengaja nggak pulang," teriak Selina begitu sambungan terhubung.Di ujung sana, Bu Terry mendengkus kasar. Suaranya terdengar lelah. "Sel, kepala Mama rasany
Dernière mise à jour : 2026-01-24 Read More