Kaki Adam tiba-tiba mengayun lebih kencang. Tubuhnya ikut bergeser. "Kita ulangi, ya," ujar petugas dengan sabar."Maaf, Mas," ucap Nadia."Gak apa-apa, Bu. Sudah biasa ini."Percobaan kedua dan ketiga dimulai. Gagal lagi. Ada saja tingkahnya Adam.Nadia menutup wajah sebentar, antara ingin tertawa dan geram. Ia menghampiri anaknya sambil bicara dengan lembut. "Adam Sayang, duduknya kayak patung, ya. Nggak boleh gerak-gerak."Adam mengangguk dan memang butuh perjuangan sekali untuk membuat satu fotonya toddler itu. Namun akhirnya berhasil juga. Nadia menghembuskan napas lega. Dewa tersenyum lebar dan langsung mengangkat Adam begitu sesi selesai. "Pintar," pujinya sambil mencium Adam.Ganti Nadia yang difoto. Kemudian mereka mengurusi administrasi yang lain."Kita beli jaket dulu, setelah itu kembali ke sini ngambil paspor," ajak Dewa setelah mereka keluar ruangan. Dia sengaja mengambil layanan percepat yang sehari paspor sudah jadi. Meski harus mengeluarkan uang lebih besar.Dewa memb
Dernière mise à jour : 2026-01-16 Read More