NADIA - 10 Sidang Pengadilan Agama.Nadia menarik napas panjang sebelum turun dari mobil Haya. Angin siang Surabaya terasa panas siang itu. Ada rasa yang menggelayut di dadanya, menekan, dan menyesakkan. Seolah-olah seluruh luka empat tahun lalu berkumpul hari ini. Menunggu ketuk palu dan selesai."Kita turun, Nadia. Perjuanganmu dimulai." Haya turun lebih dulu. Kemudian mengambil berkas di jok tengah.Mereka berjalan menuju gedung pengadilan agama. Di sepanjang koridor, suara langkah kaki menggema. Ada pasangan-pasangan lain sedang duduk, entah menunggu sidang atau sudah selesai. Ada yang duduk berjauhan, saling memunggungi. Terlihat tampak lelah. Ada juga yang menatap kosong ke dinding. Entah persoalan apa yang membuat mereka hingga duduk di gedung ini.Davin belum terlihat."Duduk di sini saja, Nadia, Tante." Haya memilih tiga bangku logam yang kosong.Lima belas menit kemudian, Davin akhirnya datang. Lelaki itu memakai jas warna hitam. Di sampingnya, pengacara Davin berjalan sam
Terakhir Diperbarui : 2025-12-18 Baca selengkapnya