Giselle memejamkan mata, berusaha menikmati setiap sentuhan, tetapi di dalam hatinya, kekosongan itu semakin menganga. Ini bukan yang dia inginkan. Dia ingin Xylas yang bergairah, yang penuh cinta, yang menatapnya dengan api hasrat, bukan boneka hampa ini.Namun dia tidak punya pilihan. Untuk saat ini, boneka ini harus cukup.Malam itu, di kamar yang dulu milik Lysandra, di atas tempat tidur yang dulu menjadi saksi cinta sejati, Giselle mengambil apa yang bukan miliknya. Dan Xylas, Xylas yang kosong, hanya diam, menurut, menjadi boneka yang patuh.Namun di dalam kabut yang menyelimuti pikirannya, di tempat yang paling dalam yang tidak bisa dijangkau oleh ramuan apa pun, satu nama terus berbisik. Satu wajah terus muncul. Satu cinta terus menyala, redup tapi tidak pernah padam.‘Lyra ... Lyra ... aku akan kembali padamu …’Dan di kediaman Eisen yang jauh, Lysandra tiba-tiba terbangun di tengah malam, jantungnya berd
Last Updated : 2026-02-27 Read more