Pagi itu, Xylas mendadak jadi seseorang yang luar biasa berbeda. Dia berdiri di tengah taman istana dengan ekspresi yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Di tubuhnya yang biasa terbungkus jubah kebesaran hitam dengan bordiran perak, kini hanya ada kemeja linen kasar yang digulung hingga siku, celana kerja kotor, dan sepatu boot yang sudah berlumuran tanah. Di tangannya, bukan pedang atau tongkat kerajaan, tetapi sebuah cangkul taman dan gunting tanaman.Di bangku taman yang nyaman, Lysandra duduk dengan anggun, perutnya yang besar ditopang bantal-bantal empuk. Wajahnya berseri-seri melihat pemandangan di depannya. Di sampingnya, Delia dan Elise berusaha keras menahan tawa, sementara Frederick dan Arion—yang ditugaskan khusus menjaga Ratu—tidak bisa menyembunyikan seringai lebar di wajah mereka.“Cangkul juga di bagian sana, Sayang,” Lysandra memberi instruksi dengan manis, menunjuk ke sebidang tanah di dekat bunga mawar. “Tanahnya perlu digemburk
Last Updated : 2026-03-10 Read more