Ivy lega, saat ia berhasil menyusup masuk ke dalam lift, sepersekian detik sebelum pintu itu menutup rapat."Matteo..." Ivy mencoba membuka pembicaraan, tapi Matteo menggeleng."Tapi aku..."Matteo mengangkat tangannya. "Cukup, Vy. Aku sedang tidak ingin mendengar apapun saat ini. Kalaupun kau ingin menjelaskan atau apa, nanti saja," ujar Matteo. Suaranya sudah berubah nyaris hanya berupa geraman rendah.Matteo tahu apa batasan amarahnya. Jika saat ini Ivy membahas soal apa yang dia dengar tadi, maka bisa dipastikan akan ada darah tertumpah, dan penyesalan yang luar biasa.Saat ini, Matteo sangat ingin memanggil Luigi, agar dia bisa menyiapkan senjata yang memang sengaja dia bawa. Senjata itu rapi tersimpan di kamar Luigi, pada lantai sembilan puluh tiga.Rancana untuk meledakkan kepala Raven dalam jarak dekat, terdengar snagat menggoda. Dalam diamnya, Matteo mengulang bayangan bagaimana darah Raven perlahan membasahi tangannya. Akan sangat memuaskan.Mungkin baru kali ini, Matteo memi
Read more