“Setelah makan, segera ganti baju. Kamu bisa pakai itu,” ucap Elang seraya menunjuk lipatan pakaian di atas sofa. Dinara hanya mengangguk lemah, masih mengumpulkan sisa-sisa tenaganya. “Kita pindah hotel. Tempat ini sudah... tidak nyaman,” tambah Elang datar sebelum melangkah menuju balkon dan duduk memunggungi ruangan. Usai menyelesaikan sarapannya, Dinara segera membersihkan diri. Ia mengenakan pakaian bersih yang disediakan Elang, semuanya barang baru yang entah kapan pria itu membelinya. Bahkan, Elang memikirkan hingga hal paling detail seperti pakaian dalam, membuat Dinara merasa campur aduk antara malu dan bersyukur. Setelah siap, Dinara menghampiri Elang di balkon. “Pak, saya sudah siap.” Elang menoleh, lantas memperhatikannya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Tatapannya tertahan sejenak pada kaki Dinara yang masih mengenakan sandal tipis khas hotel, membuat sudut bibir Elang nyaris tertarik membentuk senyum. Namun, ia segera mengalihkan pandangan, berdiri, dan melangk
閱讀更多