Salman sepertinya menyadari apa yang sedang dipikirkan Amelia. Dengan ekspresi serius, Salman pun berkata, "Setiap jenis pekerjaan layak untuk dihormati."Amelia menatap Salman dan tersenyum.…Di meja kartu."Jihan, kamu lihat apa?" Saskia Martaka dari departemen bedah toraks menghampiri Jihan. "Apa kamu lagi-lagi mencari Dokter Salman?"Pipi Jihan memerah. Jihan pun menundukkan kepalanya dengan malu-malu. "Aduh, kamu ini bicara apa sih?""Aduh, malu-malu nih. Kelihatan banget, loh. Begitu Dokter Salman keluar, kamu sebentar-sebentar mendongak, melihat ke arah pintu. Main kartu nggak fokus, nyanyi juga nggak minat. Kamu pikir, kami semua nggak lihat, apa?""Benar banget, Jihan. Sudah sampai mana perkembangan hubunganmu dengan Dokter Salman? Cepat ceritakan pada kami."Wajah cantik Jihan memerah karena malu. "Aduh," ucap Jihan dengan nada sedikit kecewa. "Dia bilang, dia sudah punya pacar. Kalian sendiri juga dengar itu sebelumnya, 'kan?""Mana mungkin Dokter Salman sudah punya pacar?
Read more