“Dikta, umur tante mungkin nggak panjang. Nara selama ini kurang perhatian, ia lebih nyaman dengan orang lain dari pada ibunya sendiri. Dengan mata sayu, nada yang lemah Laudya berkata, Dikta menangkap ada penyesalan juga kesedihan mendalam. “Kamu sudah dengar dari Mama kamu kan, apa rencana tante. Jika kamu bersedia, bisakah kamu menjaga Nara untuk tante? Mungkin, terdengar merepotkan namun tante rasa Nara akan bahagia jika bersama kamu.” tatapan Laudya dalam, permintaan tolong itu seperti kata-kata terakhir. Dikta paham permintaan itu tanpa memahami lebih dalam. Tujuan dan permintaan Laudya jelas. Nara memang gadis kecil yang pernah ia kagumi saat masih di bangku SMA. Namun hanya dari jauh. Ia hanya melihat tanpa pernah berkomunikasi. Jika Dikta dimintai seperti ini memang dia akan menerima, dengan hati suka. Namun kembali lagi pada Nara, ia sepertinya sudah memiliki tambatan hati lain. “Tante, Dikta baru mengenal Nara. Terlalu cepat jika mengatakan suka.” Dikta cukup tahu diri
Terakhir Diperbarui : 2026-01-20 Baca selengkapnya