“Lewat aja, nggak minat lagi.” jawaban Aland terdengar mantap. Baginya hanya ada Nara seorang saat ini. Sesuatu yang ia dambakan begitu lama akhirnya bisa ia genggam meski belum sepenuhnya. “Lagak lu, kayak udah mau nikah aja Land. Serong dikit boleh dong, ya nggak?!” salah satu temannya kurang suka dengan perubahan Aland. Baginya Aland yang agresif dan ambisi lebih menyenangkan dari pada yang terlihat tolol karena cinta. Aland mencoba sabar, sekali dua kali ia bisa lupakan itu. Namun ketika mereka mencederai nama Nara, ia nggak bisa terima. “Alah, pacar lu itu buat sementara aja kan? Sisa si Abyan lagi, cari yang lebih muda dan bening lebih asyik tuh! Kalau iya, gue kasih nomornya apa mau gue buatin janji?!” “Besar kali punya pacarnya yang sekarang, haha!” “Wah, bisa nyoba nih, boleh dong Land!” gelak tawa mereka makin tak terkontrol. Beno yang di sebelah Aland mulai melirik teman dekatnya nyaris tersulut, temannya memang ada yang waras dan tidak. Tangan Beno mencoba mengusap
Terakhir Diperbarui : 2026-01-22 Baca selengkapnya