Aland menggeleng,”Bukan, ini nggak ada sangkut pautnya dengan tante Laudya, serius. Hanya salah paham aja.” “Tapi siapaaa?” desak Nara dengan rasa ingin tahunya yang tinggi. “Udahlah, yang penting udah selesai masalahnya, please ya jangan dibahas atau curiga lagi...” Aland memohon karena ia tak mungkin jujur yang ada hanya akan menambah masalah baru. Nara mendengus kesal,”Baiklah.” selanjutnya ia pasrah. Aland mengubah posisi menjadi di belakang Nara dan memeluknya. Semriwing angin yang lembut masih dengan sisa-sisa hujan. “Aland, aku punya rencana.” “Apa?” “Sambil menunggu wisuda, aku mau bekerja.” katanya terdengar mantap. “Oiya, dimana?” “Belum tahu sih, tapi aku sudah kirim beberapa lamaran di beberapa perusahaan bidang arsitek.” Aland kembali merapatkan pelukan, sambil memandang taman kota dekat apartemen. “Asalkan kamu senang aku setuju saja.” Nara lega mendengarnya, waktu bersama Aland benar-benar ia nikmati. *** Di tempat lain, Laudya nampak tak sehat. Ia ijin un
Last Updated : 2026-01-14 Read more