Nara berteriak histeris ketika ia baru saja membuka laptopnya. “Maaaa!” Laudya cukup terkejut dengan teriakan Nara, namun belum sempat khawatir dia sudah turun dari kamarnya. “Mama, aku diterima kerja!” ujarnya. “Sungguh?” Laudya memasang mimik terharu. Nara mengangguk yakin, ia turun membawa laptopnya. Menunjukkan pada Laudya, semringah di wajahnya jelas terlihat. Semangatnya menggebu-gebu, ia tak sabar menunggu tanggal untuk interview. “Baiklah, semoga kamu berhasil. Oiya, Mama juga sudah mengajukan pengunduran diri. Mungkin ke kantor hanya untuk mengambil barang-barang Mama.” Ia mengangguk, mendengar pernyataan sang Mama Nara merasa lega. Kelak ialah yang akan menggantikan Mamanya mencari nafkah. Mungkin takdirnya seperti ini, setelah lulus kuliah sudah waktunya ia terjun ke dunia karir, bukan lagi bermain-main. Malam itu masuk lagi email dari dari sebuah perusahaan. Ia duduk di sofa dengan memangku laptop. Ada dua perusahaan yang menerimanya. Satu di luar kota dan satunya la
Terakhir Diperbarui : 2026-01-30 Baca selengkapnya