Lampu neon supermarket bersinar putih menyilaukan. Udara dari rak pendingin buah menusuk kulit lenganku yang hanya berbalut blus katun tipis.Aku memutar apel fuji merah di tanganku. Memeriksa memar atau cacat pada kulit lilinnya.Sabtu siang ini aku sengaja keluar rumah sendirian. Tanpa pengawalan, tanpa supir, dan tanpa suamiku. Aku menolak membiarkan skandal media sosial mengurungku di dalam dinding penthouse.Aku butuh normalitas. Menyentuh buah, mendengar suara roda troli, dan berdiri di antara rak makanan.Namun normalitas itu terpotong secara mendadak.Seorang perempuan berusia awal tiga puluhan melangkah maju dan memblokir ujung lorong. Dia mengenakan kemeja kerja yang sedikit kusut dan memegang sekantong plastik berisi jeruk.Langkahnya ragu, tapi matanya menatapku lurus."Ibu Alea Zahra?" sapa perempuan itu. Suaranya tidak terlalu keras, tapi cukup untuk menghentikan laju duniaku.Tanganku yang sedang memegang apel fuji langsung membeku. Urat-urat di leherku menegang seketik
Huling Na-update : 2026-05-06 Magbasa pa