Ruang kerja utama Arjuna telah bermutasi menjadi ruang perang yang sesungguhnya.Tiga laptop menyala terang di atas meja eboni raksasa. Suhu mesin-mesin itu mengalahkan udara dingin dari pendingin sentral. Kabel-kabel pengisi daya melintang saling silang layaknya urat nadi yang tegang.Tiga hari menuju jadwal mediasi.Hendra berdiri di sudut ruangan dengan postur kaku. Tepat di sebelahnya, duduk seorang pria berjas abu-abu. Dia adalah kepala litigasi internal Diwangsa yang baru saja dipromosikan menggantikan posisi Bramantasya."Ini bukan mediasi," buka Arjuna tanpa basa-basi.Suaranya memotong dengung alat elektronik. Tiran itu berdiri menumpukan kedua tangannya di atas meja. Matanya memancarkan agresi murni yang siap membantai siapa saja."Pak Arjuna benar." Aku menimpali dengan nada tajam. Aku duduk menyilangkan kaki di kursi tamu. "Ini panggung eksekusi publik.""Raka Wibisana menyewa firma hukum yang sangat agresif bermanuver di media," lapor kepala litigasi dengan suara sedikit
Dernière mise à jour : 2026-04-25 Read More