Senin pagi. Pukul delapan tepat.Ponselku yang tergeletak di atas meja granit dapur mendadak hidup. Ia tidak sekadar menyala, tapi menghantam ketenanganku dengan tiga getaran beruntun yang terasa sangat agresif.Kurang dari sepuluh menit sejak aku menuangkan kopi, dunia luar sudah menuntut perhatianku kembali. Aku meletakkan cangkir porselen itu. Jemariku meraih benda pipih tersebut dengan gerakan yang sangat terukur.Notifikasi pertama muncul dari Hendra. Laporan audit internal.Aku membaca baris subjeknya dan merasakan sensasi dingin menjalar di tengkuk. Hendra menemukan sesuatu yang jauh lebih busuk dari sekadar inefisiensi manajerial."Audit menemukan kebijakan keuangan lama era Pak Prasetyo yang bermasalah secara hukum," gumamku pelan.Ayah Arjuna. Prasetyo Diwangsa. Pria yang membangun fondasi kerajaan ini dengan tangan besi dan, ternyata, dengan cara-cara yang bisa menyeret kami semua ke jeruji besi jika tidak ditangani dengan presisi bedah.Dokumen yang dilampirkan Hendra meru
Last Updated : 2026-05-19 Read more