Dapur kembali hening.Uap panas dari cangkir-cangkir kopi di atas meja marmer sudah lama menghilang. Cairan pekat di dalamnya berubah dingin, statis, dan sama sekali tidak mengundang selera.Empat orang dewasa berada di ruangan yang sama, terkurung di dalam dinding Penthouse Diwangsa, namun terisolasi secara mutlak di dalam kepala masing-masing. Informasi brutal yang baru saja dijatuhkan Raina masih menggantung di udara. Kebenaran itu memaksa kami menelannya tanpa air.Aku berdiri di balik meja pulau. Mataku memindai mereka satu per satu.Reaksi fisik mereka sangat kontras.Raina duduk bersandar ke punggung kursi besi. Bahunya merosot turun drastis. Tenaga fisiknya habis terkuras. Namun, tidak ada lagi ketegangan di area rahangnya. Otot wajahnya mengendur. Ia terlihat lega. Sebuah katup rahasia yang menyumbat saluran pernapasannya selama dua tahun terakhir baru saja dibuka paksa.Raka adalah kebalikannya.Pria itu mematung di atas kursi barnya. Tubuhnya tegak kaku, nyaris seperti maya
Terakhir Diperbarui : 2026-06-01 Baca selengkapnya