Ruang rapat utama Diwangsa terasa dingin.Lantai marmer mengkilap dan lampu kristal di langit-langit gagal memberikan kehangatan. Di tengah ruangan, meja kayu mahoni raksasa menjadi arena pertarungan tanpa senjata.Di sisi kiri meja, tiga perwakilan dari konsorsium investor institusional asing duduk berderet. Pria dan wanita dalam setelan bisnis berwarna gelap itu terlihat seperti barisan eksekutor. Di depan mereka, tumpukan dokumen audit setebal tiga ratus halaman terbuka lebar. Beberapa halaman penuh dengan tanda merah dari hasil pembedahan forensik.Aku dan Arjuna duduk berhadapan langsung dengan mereka di sisi kanan.Kepala perwakilan investor, seorang pria Kaukasia dengan garis rahang keras, mencondongkan tubuhnya ke depan. Jari telunjuknya mengetuk sebuah halaman spesifik di laporan tersebut.Halaman yang berisi denda pajak warisan Prasetyo Diwangsa."Skema pencucian uang ini bukan sekadar inefisiensi, Tuan Diwangsa," tembak pria itu langsung. Aksen Inggrisnya kental dan tidak b
آخر تحديث : 2026-05-25 اقرأ المزيد