Ethan dengan cepat memindai situasi dengan mata tajamnya. “Sial, jangan bergerak,” bisiknya keras, hampir seperti geraman.Telinganya menangkap langkah-langkah berat yang memasuki gedung tua itu, dan mulai menghitung.“Tiga, ada tiga langkah yang berbeda.”Celeste menelan ludah, nyaris tidak berani bernapas. Ethan tanpa sadar menariknya ke lebih dalam dari sudut gelap ruangan itu, tubuhnya memanjang menutupi Celeste seperti insting otomatis.Dari arah pintu depan, cahaya-cahaya senter menembus kegelapan.“Aku sudah katakan, ini jebakan,” Celeste berbisik tanpa suara, hanya gerakan bibir. Wajahnya mendongak menatap Ethan, membuat jarak keduanya semakin rapat.Ethan hanya mengangguk pelan, seperti dapat dengan mudah membaca gerakan bibir merah mudah milik Celeste.Tiga pria bersenjata itu masuk dengan langkah mantap, bukan langkah biasa seperti gerombolan berandalan jalanan. Gerakan mereka terlalu bersih, terlalu disiplin. Mereka menyapu ruangan dengan senter kecil di bawah laras pistol
Last Updated : 2025-12-23 Read more