"Papa, mau makan es krim," pekik Mira sambil melompat-lompat. "Es krim stroberi.""Tidak bisa." Julian dengan tegas menolak. "Kita pulang,""Kau baru sembuh, Mira." Lyn menambahkan, kemudian menangkup wajah anak itu. "Apa kau mau ditusuk jarum infus lagi?""Tidak." Mira dengan cepat menggeleng. "Sakit.""Kalau begitu jangan bicara sembarangan lagi dan jangan makan es krim dulu deh. Besok saja ya." Lyn kembali menasihati."Miss temani?" tanya Mira dengan tatapan memohon."Kalau sesudah jam kerja, mungkin bisa." Lyn mengangguk pelan. "Tapi besok dilihat lagi ya. Sekarang saja, Miss sudah harus kembali ke sekolah.""Harus ya?" Mira jadi cemberut. "Tidak boleh pulang ke rumah saja? Bareng Mira dan papa?""Sayangnya tidak." Dengan terpaksa, Lyn menggeleng. "Miss punya tanggung jawab, harus kerja. Sama kayak papa kan. Jadi, hari ini Mira sama Papa dulu ya."Julian menaikkan sebelah alisnya. Dia menatap bergantian dua perempuan yang berjongkok tak jauh darinya itu, sebelum akhirnya
Read more