Bab 81Aroma khas cairan antiseptik langsung menyambut indra penciuman Lila begitu ia melangkah melewati pintu kaca otomatis. Langkah kakinya terdengar di atas lantai marmer putih yang berkilau.Setelah melewati pagi yang penuh badai emosi dan kecanggungan di apartemen Oliver, suasana rumah sakit yang relatif tenang ini memberikan sedikit ruang baginya untuk bernapas, walau dadanya masih dihimpit rasa cemas yang tak kunjung usai.Namun, ketenangan sejenak itu tidak bertahan lama."Lilaa!" suara familiar milik Dokter Nathaniel terdengar memanggil namanya dari arah koridor utama. Pria berselimut jas putih dokter itu baru saja menyadari kedatangan Lila di lobi rumah sakit.Lila menoleh dan serta-merta menghentikan langkahnya. “Dokter Nat?” gumamnya pelan.Melihat Lila berhenti, Nathaniel bergegas berlari kecil memangkas jarak agar bisa segera tiba di tempat wanita itu berdiri. Wajah tampannya mengisyaratkan kekhawatiran yang begitu nyata.“Ya, bagaimana kabarmu? Kamu baik-baik saja, kan?
Read more