Bab 86"Ibumu aman. Sekarang, fokusmu hanya satu... percaya padaku."Ujaran Oliver bergaung rendah, menyusup hangat ke dalam sela-sela kecemasan yang sejak tadi mencengkeram dada Lila. Wanita itu terdiam, matanya menatap lekat-lekat pada raut wajah tegas pria berkuasa di hadapannya. Dorongan emosional yang meluap, rasa lega, syukur, sekaligus kepasrahan, membuat jemari Lila terangkat pelan, ragu-ragu untuk memeluk Oliver.Ck! decaknya dalam hati, merutuki gengsi tingginya yang mendadak terasa konyol di situasi seperti ini.Menepis seluruh keraguannya, Lila akhirnya memberanikan diri maju satu langkah dan melingkarkan kedua tangannya di pinggang kokoh Oliver. Ia merapatkan tubuhnya, menyandarkan keningnya di dada bidang pria itu, menyerap aroma maskulin khas Oliver yang selalu berhasil menenangkannya secara ajaib."Terima kasih, Tuan," bisik Lila tulus, suaranya terdengar meredam di balik kemeja Oliver.Oliver menaikkan satu alisnya. Tubuhnya sempat membeku seketika saat menerima peluka
Read more