Beranda / Romansa / Menjadi Tawanan Tuan Muda / Bab 83 | Rencana Austin dan Oliver

Share

Bab 83 | Rencana Austin dan Oliver

Penulis: MAMAZAN
last update Tanggal publikasi: 2026-08-06 03:54:14

Bab 83

Langkah kaki Oliver terdengar saat ia kembali menapakkan kakinya di gedung pencakar langit milik perusahaannya. Atmosfer dingin dan berwibawa seketika menyelimuti koridor.

Sesuai dengan arahan dan strategi matang yang disusun bersama Austin Harold, Oliver kembali mengeksekusi rencana besarnya. Ia menyetujui langkah ekspansi perusahaan menuju pasar Eropa—sebuah keputusan bernilai fantastis yang melibatkan Austin secara langsung sebagai investor utama di balik layar.

Baru saja Oliver mendu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 83 | Rencana Austin dan Oliver

    Bab 83Langkah kaki Oliver terdengar saat ia kembali menapakkan kakinya di gedung pencakar langit milik perusahaannya. Atmosfer dingin dan berwibawa seketika menyelimuti koridor.Sesuai dengan arahan dan strategi matang yang disusun bersama Austin Harold, Oliver kembali mengeksekusi rencana besarnya. Ia menyetujui langkah ekspansi perusahaan menuju pasar Eropa—sebuah keputusan bernilai fantastis yang melibatkan Austin secara langsung sebagai investor utama di balik layar.Baru saja Oliver mendudukkan dirinya di kursi kebesarannya, pintu ruang kerja berdesain elegan itu terdorong terbuka secara kasar.“Ck! Manusia ini sangat tidak sabaran!d” batin Oliver begitu melihat sosok Jonathan Miller melangkah masuk ke dalam ruangannya dengan tergesa-gesa. Wajah pria paruh baya itu dipenuhi oleh ketamakan yang sulit disembunyikan.“But it’s ok! Semakin kau tidak sabaran, membuat semuanya lebih cepat selesai!” tambah Oliver di dalam hatinya dengan kilatan dingin di mata."Aku dengar kontraknya su

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 82 | Mengawasi Dari Jauh

    Bab 82Langkah kaki mereka akhirnya terhenti di depan sebuah pintu kaca buram dengan papan nama bertuliskan Ruang Perawatan Intensif.Di tengah ruangan yang hening dan steril itu, sosok Susan terbaring tak berdaya di atas ranjang medis. Suara monitor detak jantung yang berbunyi teratur bip... bip... bip... menjadi satu-satunya melodi yang memecah kesunyian di ruangan tersebut.Dada Lila terasa sesak luar biasa setiap kali menyaksikan kondisi ibunya yang seperti ini. Ia melangkah mendekat ke sisi ranjang, menatap wajah pucat sang ibu dengan pandangan sendu.Padahal ia baru saja bisa berbicara dengan sang Ibu. Tapi… sekarang…Nathaniel berdiri di belakang Lila, memperhatikannya wanita mungil itu."Lila... Ibu kamu—" ujar Nathaniel mencoba membuka suara, menaruh nada iba di sela kalimatnya.Namun sebelum Nathaniel sempat menyelesaikan ucapannya, Lila menyela dengan suara rendah. "Hmm, Dokter Nathaniel... bisa Anda berikan waktu untukku?"Dokter Nathaniel terdiam sejenak. Sorot matanya ya

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 81 | Induk Kucing Posesif

    Bab 81Aroma khas cairan antiseptik langsung menyambut indra penciuman Lila begitu ia melangkah melewati pintu kaca otomatis. Langkah kakinya terdengar di atas lantai marmer putih yang berkilau.Setelah melewati pagi yang penuh badai emosi dan kecanggungan di apartemen Oliver, suasana rumah sakit yang relatif tenang ini memberikan sedikit ruang baginya untuk bernapas, walau dadanya masih dihimpit rasa cemas yang tak kunjung usai.Namun, ketenangan sejenak itu tidak bertahan lama."Lilaa!" suara familiar milik Dokter Nathaniel terdengar memanggil namanya dari arah koridor utama. Pria berselimut jas putih dokter itu baru saja menyadari kedatangan Lila di lobi rumah sakit.Lila menoleh dan serta-merta menghentikan langkahnya. “Dokter Nat?” gumamnya pelan.Melihat Lila berhenti, Nathaniel bergegas berlari kecil memangkas jarak agar bisa segera tiba di tempat wanita itu berdiri. Wajah tampannya mengisyaratkan kekhawatiran yang begitu nyata.“Ya, bagaimana kabarmu? Kamu baik-baik saja, kan?

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 80 | Menurunkan Ego

    Bab 80“Pagi, Tuan Austin,” sapa Oliver sopan, memecah perhatian pasangan suami istri tersebut.Austin menoleh, lalu sebuah senyuman ramah terukir di wajah tegasnya. “Ah, kamu sudah di sini, Oliver. Duduklah.”Istri Austin, Bella, menyadari bahwa suaminya kini harus beralih ke urusan yang lebih serius. Ia tersenyum lembut, lalu mengusap bahu Austin pelan. “Ya sudah, aku balik ke kamar ya, hubby. Kamu lanjutkan dulu kerjaan kamu.”Bella pun berdiri dari tempat duduknya, memajukan wajah dan mengecup pipi suaminya dengan penuh kasih sayang.“Iya, love. Ini tidak akan lama,” balas Austin hangat sembari meraih jemari Bella dan mengecup punggung tangan istrinya penuh kelembutan.“Take your time,” bisik Bella manis. Sebelum benar-benar berlalu meninggalkan area tersebut, jemari cantiknya membelai pipi Austin sekilas, memberikan ruang pribadi bagi para pria untuk berdiskusi.Oliver yang sudah mendudukkan dirinya di sofa hanya bisa menjadi penonton bisu. Interaksi penuh kehangatan dan keharmoni

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 79 - Menantang Balik

    Bab 79Suasana kamar utama kini mendadak terasa begitu menyiksa bagi Lila. Ia duduk di tepi ranjang dengan wajah yang masih memerah padam bagai tomat matang.Kejadian konyol dan sangat memalukan tadi pagi benar-benar sukses membuat harga dirinya anjlok dan rasa malunya membubung setengah mati.Memeluk Oliver seperti guling? Menyandarkan paha dan tangannya di tubuh pria itu?Ditambah lagi ketahuan mengagumi wajahnya? Rasanya Lila ingin menghilang saja dari muka bumi detik ini juga.Tapi ya sudah, batin Lila menenangkan dirinya sendiri. Nasi sudah menjadi bubur. Daripada terus-menerus memperlihatkan kepanikannya yang justru akan menjadi bahan ejekan bagi pria arogan itu, memasang wajah tengil dan berpura-pura tidak terpengaruh adalah pilihan pertahanan diri yang jauh lebih bijak, bukan?Lila menarik napas dalam-dalam, berusaha menetralkan degup jantungnya yang masih berpacu liar.Tak jauh dari ranjang, Oliver sedang berdiri di depan cermin tinggi. Pria itu tampak sibuk merapikan kemeja

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 78 - Rencana Berubah

    Bab 78Lila sontak membalikkan tubuhnya, melupakan kepura-puraannya tadi. Ia menatap Oliver dengan mata membulat sempurna, menuntut penjelasan atas perintah yang terdengar seperti sebuah kemunduran besar dari rencana mereka."Tapi Tuan, bukannya masih ada informasi yang harus saya dapatkan dengan mendekati Tuan Jonathan?" cecar Lila, suaranya naik satu oktav karena cemas.Jika ia mundur sekarang, bukankah semua pengorbanan dan ketakutan yang ia lalui selama ini akan menjadi sia-sia?Oliver diam beberapa saat. Matanya yang sehitam jelaga menatap lurus ke langit-langit kamar, membiarkan pertanyaaan Lila menggantung di udara tanpa jawaban instan. Rahangnya mengeras, menyiratkan ada pergolakan batin yang sedang berkecamuk di dalam kepalanya sendiri."Rencana berubah," jawabnya singkat, dingin, dan datar.Oliver mengalihkan pandangannya, enggan menatap balik mata Lila yang menuntut kejelasan. Sebenarnya, jauh di dalam lubuk hatinya, Oliver pun sendiri tidak paham dengan perubahan sikapnya

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 59 | Dark Organitation

    Bab 59Ting!Pintu lift terbuka di lantai teratas yang jauh lebih tenang. Bastian dengan sigap melangkah keluar lebih dulu untuk membukakan pintu ruangan luas yang berlapis kayu mahoni gelap, mempersilakan bosnya masuk dengan sikap takzim."Tunggu di sini," titah Oliver singkat begitu mereka sampai

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 43 | (21+) Take it!

    Bab 43"Berikan padaku, Lila." Suara Oliver terdengar seperti perintah sekaligus tuntutan yang tak terbantahkan. Ia meremas payudara Lila dengan intensitas yang membuat napas wanita itu tercekat.Tanpa menunggu jawaban, Oliver mencengkeram pinggang Lila dan menegakkan punggung wanita itu, memaksany

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 42 | (21+) Buka

    Bab 42"Jelaskan!" perintahnya tajam.Lila mengepalkan tangannya di atas pangkuan, mencoba mencari keberaniannya kembali. "Tuan... itu hanya balas budi. Dia menyelamatkan Ibu saya dan dia butuh bantuan untuk menghindari perjodohan ibunya. Tidak lebih!"Oliver tertawa hambar, suara tawa yang paling m

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 23 | Memberikan Batas

    Bab 23Lila menghela napas panjang di depan cermin kecil kamarnya. Dengan susah payah ia mengendap-ngendap, untungnya ia berhasil sampai tanpa ketahuan.Tatapan Lila jatuh pada benda kecil yang tadi diberikan Oliver sebelum ia keluar. Sebuah salep pereda nyeri bermerek mahal."Ternyata dia masih pu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status