Malam semakin larut. Suasana rumah yang dulu dihuni Vivian bersama Adrian itu kini terasa sangat berbeda. Rumah ini memang masih sama, tapi pemiliknya sudah berganti. Adrian sudah terusir dengan cara yang paling memalukan, dan sekarang Reynard adalah penguasa tunggal di sini.Vivian duduk di tepi ranjang dengan tubuh gemetar. Pikirannya masih kacau. Dia melihat sekeliling kamar, tempat yang dulu penuh dengan tekanan dari Adrian, kini justru terasa asing karena keberadaan Reynard."Ini semua terasa palsu, Reynard," bisik Vivian pelan. Matanya kosong menatap lantai. "Rumah ini, kamu, bahkan identitasmu. Aku merasa seperti hidup dalam kebohongan selama dua tahun ini."Reynard yang baru saja menutup pintu kamar berjalan mendekat. Dia berlutut di depan Vivian, menggenggam kedua tangan wanita itu yang terasa sedingin es."Nama Rusdi mungkin palsu. Seragam tukang kebun itu mungkin cuma penyamaran. Tapi rasa takutku saat melihatmu menangis karena Adrian, itu nyata, Vi," ucap Reynard dengan s
Baca selengkapnya