Rusdi merasakan keberaniannya membara setelah mendengar desahan dan pujian Vivian. Ia mengangkat wajah sejenak, melihat wajah Vivian yang memerah padam, mata sayu penuh gairah, bibir merah terbuka sedikit. Lalu ia kembali membenamkan wajah di paha bagian dalam yang halus itu, menghirup aroma tubuh Vivian dalam-dalam yang terasa manis, hangat, memabukkan. Ini nyata.‘Shhh ,,, tahan, Rus dia ini majikanmu,’ ingat Rusdi dalam hati.Tiba-tiba Vivian menarik bahunya agar Rusdi tegak. Napas Vivian putus-putus, matanya langsung tertuju ke kaos putih Rusdi yang basah kuyup, menempel ketat di dada dan perutnya, membuat setiap otot tercetak jelas.“Kaos basah ini mengganggu sekali,” keluh Vivian, nada tidak sabar. Tangannya menyentuh dada Rusdi yang terhalang kain.Tanpa menunggu, tangan Vivian meraih ujung bawah kaos Rusdi. “Lepaskan saja. Saya ingin melihat badan kamu yang kuat itu tanpa terhalang kain basah dan kotor ini.”Rusdi membelalakkan matanya terkejut, sementara kaosnya telah diangka
Last Updated : 2025-12-15 Read more