Jam menunjukkan pukul 03.30 dini hari. Suara jangkrik di luar paviliun masih saling bersahutan, menemani kesunyian kebun belakang yang gelap. Di dalam ruangan sempit itu, hawa pengap bercampur dengan aroma keringat dan sisa percintaan yang intens.Vivian tiba-tiba tersentak bangun. Napasnya memburu saat ia melihat jam dinding tua yang berdetak lambat."Astaga... sudah jam setengah empat," bisik Vivian panik.Ia segera bangkit, mengabaikan rasa lemas di kedua kakinya. Jika Adrian bangun dan mendapati ranjang mereka kosong, habislah sudah. Adrian memang pemabuk, tapi dia punya insting curiga yang tajam jika menyangkut kepemilikannya."Mau ke mana, Nyonya?" suara Rusdi terdengar berat dari kegelapan.Pria itu rupanya tidak tidur. Ia bersandar di kepala dipan kayu, memperhatikan gerakan Vivian dengan mata yang berkilat tajam. Rusdi meraih bungkusan rokoknya, menyalakannya, dan membiarkan asapnya memenuhi ruangan."Aku harus balik ke rumah, Rus. Kalau Mas Adrian bangun dan nyariin, aku bis
Read more