Rey melepas pagutan, tatapannya masih lekat pada wanita di bawahnya yang kini terengah dengan dada naik-turun. Sangat menggoda, namun Rey tidak bisa tak acuh pada langkah kaki putranya yang semakin dekat dan sekarang mengetuk pintu. "Ayah, apa Ayah sudah pulang? Ayah, Mama hilang!" kata Zavi panik. Suara cemas anak itu terdengar jelas."Kamu dengar kan? Zavi sangat ketakutan meski hanya ditinggal sebentar olehmu. Jadi, jangan berani melukai perasaannya," ulang Rey yang kembali fokus pada putranya. Dia abaikan Anara yang masih terpengaruh dengan situasi sebelumnya. Rey berjalan ke arah pintu sambil merapikan penampilannya. "Mama tidak hilang, Zavi. Dia ada di sini, sedang bantu Ayah rapikan baju di lemari," kata Rey membukakan pintu. Wajah Zavi masih basah, anak itu menangis. Rey tidak bisa bersikap dingin di saat begini. Dia membungkuk lalu mengusap air mata anaknya. "Kok, cengeng?" "Zavi, takut Mama Nara pergi," ucapnya sambil memeluk ayahnya lalu terisak. "Zavi mau Mama Nara
Last Updated : 2026-01-22 Read more