Kev bertanya penuh perhatian, dia juga melempar tatapan curiga pada Henry yang tidak ramah. "Apa kamu kekasih Anara?" tanya Henry tiba-tiba. Kev menoleh, cukup kaget dengan pertanyaan yang Henry ajukan. "Kekasih?" Kev tersenyum samar. "Kenapa Pak Henry menyakan hal seperti itu? Apa Anda mengenal baik Anara?" "Tidak mungkin," sahut Anara cepat. "Kami hanya sedang mengobrol soal piano tadi, Pak Kev, mari pulang."Anara meraih lengan Kev mengajaknya untuk pulang dan tidak lagi memedulikan Henry. Dia sudah cukup puas untuk malam ini, esok masih ada banyak cara Anara untuk menyusahkan ayahnya. Tunggu saja. Kev tidak curiga apa pun, dia hanya berpikir Anara berbeda dan sangat menarik. Dia bukan gadis baik, terlihat ambisi dan sedikit licik sekarang, namun itu justru yang semakin membuat Kev kagum. Anara hendak masuk ke mobil Kev, namun tangannya ditahan oleh Rey yang menyusulnya. Anara mendongak kaget, sejenak menatap Rey juga memberinya tatapan lekat. "Zavi, Ayah akan segera pulang.
Terakhir Diperbarui : 2026-01-18 Baca selengkapnya