Beberapa detik berikutnya, Chacha merasakan puncak kepalanya diusap lembut, membuatnya kian nyaman tidak ingin lepas.“Kamu marah nggak sama aku, mas?”“Sedikit.”“Maaf, masa lalu aku begitu buruk. Aku nggak pantas jadi pendamping kamu. Kita sudahi aja semua ini,” ucap Chacha masih dalam dekapan.“Aku marah bukan karena masa lalu kamu. Tapi, aku nggak tenang dari tadi kamu nggak bisa dihubungi udah gitu sampai rumah liat keadaan kamu kayak gini. Dan lebih marah lagi, dengan kalimat kamu barusan.” Birru menarik napas dalam, Chacha menarik diri untuk menatap wajah suaminya.Birru membalas tatapan itu, saling beradu seolah menyelami isi hati masing-masing. Chacha ingin memahami ucapan Birru, tetapi kenapa ia merasa tembok itu terlalu tinggi untuk diraih? Mereka sudah sedekat itu, tapi Birru masih terlihat membatasi diri.Tangan Chacha digenggam erat. “Sudah aku bilang dari awal, pernikahan ini bukan main-main, Chalya.”“Tapi, aku capek dihantui rasa bersalah. Aku capek disalahkan semua
Last Updated : 2025-12-25 Read more