Bab 43Birru tidak membiarkan begitu saja, cepat menahan langkah Chacha. “Maaf, bukan gitu maksud aku,” ujar Birru seraya memeluk Chacha dari belakang. “Aku cuma mau kamu berbagi pendapat sama aku, jangan kayak semalam. Aku tahu kamu semalaman tidurnya gelisah, kan? Pasti kepikiran Delisha. Sementara kamu juga harus menyiapkan diri buat kerja hari ini. Bukan aku nggak percaya. Yang jelas, aku nggak suka ada pria lain yang ganggu pikiran kamu.”Seumur-umur, Chacha tidak pernah menduga bahwa dipeluk selagi pikirannya kacau dan tak tentu arah akan senyaman itu rasanya. Ditambah lagi usapan dari jempol Birru di punggung tangannya. Sebenarnya itu tampak sederhana, tapi efeknya sangat luar biasa.Chacha melonggarkan dekapan tangan Birru, untuk membalikan badannya. “Mm, intinya kamu cemburu, mas?” goda Chacha.Pria itu mengulum bibirnya, menahan senyum salah tingkah yang tak bisa disembunyikan. “Kalau iya, kenapa? Cemburu sama istri sendiri, itu berpahala tau.”“Masa cemburu berpahala? Bukan
Last Updated : 2026-01-05 Read more