Satu per satu kebohongan mulai terkupas ketika Alya melemparkan seikat dokumen hasil sadapan data ke atas meja kayu di depan pria penjaga gua yang selama ini menjadi tangan kanannya.Ia menatap pria itu dengan pandangan yang sangat menusuk serta penuh dengan kecurigaan yang amat dalam mengenai kesetiaan yang selama ini dianggap sebagai pondasi utama perjuangannya.Di pergelangan tangan pria itu, tertutup oleh jam tangan besar, terdapat sebuah bekas luka permanen yang sangat mirip dengan tanda lahir berbentuk sabit yang diceritakan oleh Pak joko semalam.Alya menarik napas panjang sementara air matanya mulai menggenang namun ia menolak guna menunjukkan kelemahan di depan orang yang mungkin saja adalah musuh di dalam selimut.Keheningan di dalam ruangan kedap suara itu terasa sangat menyiksa hingga suara detak jarum jam terdengar seperti dentuman palu yang menghantam ulu hati Alya secara bertubi-tubi.Ia tidak pernah menyangka bahwa strategi pencarian pengkhianat akan menuntunnya pada s
Terakhir Diperbarui : 2026-02-03 Baca selengkapnya