Perjalanan panjang menuju kedamaian hati itu mendadak terhenti ketika Alya melihat ayahnya tersungkur di tanah dengan napas yang memburu sangat hebat.Di depan sebuah bangunan tua yang menyerupai biara tersembunyi itu, Gibran berdiri dengan wajah yang penuh dengan noda darah serta sorot mata yang kosong.Alya melepaskan gendongan putranya dan membiarkan anak kecil itu bersembunyi di balik semak-semak yang cukup rimbun demi keselamatannya sendiri."Gibran, apa yang telah kau lakukan kepada ayahku setelah semua pengorbanan yang ia berikan?" tanya Alya dengan suara yang bergetar karena amarah yang memuncak."Aku tidak melakukan apa-apa Alya, justru aku sedang mencoba menyelamatkannya dari orang-orang yang ingin membungkam kita semua!" jawab Gibran sambil melempar sebuah pisau lipat yang berlumuran darah."Jangan percaya padanya putriku, dia masih menjadi bagian dari rencana jahat ibunya untuk melenyapkan saksi terakhir!" seru sang ayah sambil memegangi perutnya yang terluka.Alya berdiri
Terakhir Diperbarui : 2026-02-08 Baca selengkapnya