Penjara dingin untuk hati yang kejam menyambut Ibu Ratna dengan dentuman pintu besi yang berat dan suara kunci yang diputar dua kali oleh petugas keamanan berpakaian biru tua.Wanita yang dulunya selalu mengenakan sutra mahal itu kini hanya terbalut kain katun kasar berwarna oranye yang terasa sangat gatal di kulitnya yang mulai keriput.Ia berdiri mematung di tengah ruangan sempit yang hanya berisi sebuah ranjang semen dan satu ember plastik kecil untuk kebutuhan dasarnya sehari-hari.Bau pesing dan lembap menyerang indra penciumannya hingga ia merasa ingin muntah saat itu juga namun tidak ada satu pun pelayan yang datang membawakan air perasan jeruk.Tembok beton yang mengelupas seolah-olah sedang menertawakan kejatuhan Sang Nyonya Besar dari singgasana emas yang selama puluhan tahun ia pertahankan dengan cara yang sangat berdarah.Di luar jendela kecil yang berjeruji besi tebal, langit sore tampak berwarna kelabu mendung seakan ikut berduka atas hilangnya kemanusiaan di dalam hati
Terakhir Diperbarui : 2026-02-05 Baca selengkapnya