Kehidupan baru di sudut kota yang asing menyambut langkah gontai Alya saat ia turun dari bus tua dengan kepulan asap hitam yang menyesakkan dada.Ia memegangi luka di perutnya yang masih terasa sangat perih serta berdenyut-denyut seolah-olah sedang dipacu oleh jarum panas yang tidak kunjung berhenti.Di tangan kanannya, ia menggenggam sebuah tas jinjing berisi beberapa helai pakaian serta dokumen rahasia yang akan menjadi senjata pamungkasnya di masa depan nanti.Langit senja di kota kecil itu tampak berwarna ungu kelam yang sangat kontras dengan keramaian pasar tumpah di sekitar terminal yang sangat bising.Alya menoleh ke belakang guna memastikan tidak ada anak buah Gibran yang berhasil membuntutinya sampai ke tempat terpencil yang sangat jauh dari pusat peradaban ini.Matanya yang sembap menunjukkan bahwa ia baru saja melewati badai tangis yang sangat panjang sepanjang perjalanan melintasi perbatasan provinsi yang sangat melelahkan."Permisi Nyonya, apakah Anda membutuhkan tumpanga
Last Updated : 2026-01-30 Read more