Ia harus mulai mempelajari cara menghadapi topeng sempurna sang nyonya besar. Pintu kamar utama yang megah itu terbuka dengan suara gesekan halus di atas lantai kayu yang sangat mahal. Alya berdiri mematung di ambang pintu sambil meremas gaun tidur sutra yang terasa sangat dingin di permukaan kulitnya yang pucat. Pemandangan di dalam ruangan itu seketika membuat napas Alya terasa tercekat di tenggorokan yang sudah mulai mengering. Siska duduk di sisi ranjang besar sambil menyisir rambut Gibran dengan gerakan yang sangat lembut serta penuh kasih sayang. Cahaya lampu temaram di dalam kamar menciptakan suasana yang begitu hangat namun terasa sangat menyakitkan bagi mata Alya yang lelah. "Masuklah, jangan hanya berdiri di sana seperti pengemis yang mengharap belas kasihan," ucap Siska dengan nada yang sangat ramah. Senyuman manis tersungging di bibirnya yang merah namun tatapan matanya tetap sedingin es di kutub utara. Siska meletakkan sisir emasnya lalu bangkit berdiri dengan ke
최신 업데이트 : 2025-12-16 더 보기