Mobil yang dikendarai Raid melaju pelan di tengah padatnya lalu lintas ibu kota petang ini. Cahaya lampu jalanan dan papan reklame yang mulai menyala satu per satu memantul di kaca jendela, namun suasana di dalam kabin mobil terasa jauh lebih gelap dan intens.Michael yang duduk di sebelah Raid mendadak merubah raut wajahnya saat ponselnya bergetar. Itu adalah panggilan dari Shanum. Dengan nada yang melembut namun tetap tenang, ia menjawab, “Ya, aku sudah pulang. Iya, aku masih di jalan. Tidak, mungkin besok, karena aku banyak urusan. Iya, besok saja, ya? Atau, kamu mau ke penthouse-ku saja? Nanti biar pengawal yang menjemputmu. Oke, aku akan mengabarinya nanti. See you, Shine.”Begitu sambungan telepon terputus, suasana hening di dalam mobil pecah oleh suara decakan sinis. Raid mencibir sambil tetap fokus pada kemudi. “Shine, Mickey ... ck, ck, ck! Tak patut.”“Apa?” tanggap Michael singkat dan dingin. Ia tak menoleh sedikit pun, pandangannya te
Last Updated : 2026-02-19 Read more