“Apa nelpon-nelpon? Apa bisa berangkat sekarang? Kalau bisa, kenapa kamunyidak segera ke sini, huh? Segera jemput aku, Sialan! Apa kamu ingin aku merangkak ke sana sendirian, huh?” sahut Michael penuh semangat. “Bos, aku—” “Apa aku-aku? Mau alasan apa lagi, huh?” “Bos, dengarkan aku dulu!” “Kamu tidak penting, Raid! Kamu kupecat!” Waktu sudah menunjuk ke angka 11 malam begitu Michael tiba di hotel. Di luar jendela besar, langit masih menumpahkan hujan deras yang tak kunjung usai. Baru saja Michael masuk, Raid—asistennya—baru saja memberikan kabar buruk melalui sambungan telepon hingga membuatnya murka begini. Tetapi, jawaban Raid mendadak memadamkannya. “Bos, dengarkan aku dulu. Pesawatnya belum bisa terbang, Bos. Badai dan gumpalan awan hitam belum juga menyingkir dari jalur penerbangan. Jadi, mohon tunggu sebentar. Aku masih di sini d
Huling Na-update : 2026-02-23 Magbasa pa