Rendra menatap dua orang di depannya yang tampak begitu mesra. Kedua matanya membelalak, urat-urat di dahinya menonjol. Dia berteriak dengan marah, "Almira, kamu pasti sengaja mau bikin aku kesal! Mana mungkin kamu benar-benar bertunangan dengannya!"Almira mencibir dengan ekspresi meremehkan, lalu menyandarkan kepala di bahu Rakael sambil berkata dengan manja, "Siapa yang punya waktu bikin kamu kesal? Aku dan Raka saling mencintai dengan tulus. Soal kamu ... maaf, dari awal aku memang nggak pernah menyukaimu!"Rendra gemetar karena marah, menunjuk Rakael sambil memaki, "Kamu bocah tampang ganteng, pasti pakai cara kotor buat memperdaya Mira! Percaya atau nggak, asal aku buka mulut, aku bisa bikin hidupmu hancur!"Tatapan Rakael langsung mendingin. Dia hendak membalas, tetapi Almira lebih dulu menyela, "Rendra, berhenti bikin keributan di sini. Kalau kamu masih berulah, aku akan panggil satpam."Melihat Almira begitu membela Rakael, Rendra semakin kesal dan panik. Dia menarik napas dal
Read more