Melihat wajah Kirani yang perlahan kembali membaik, Rakael akhirnya tetap menekan dorongan di dalam hatinya yang ingin melanjutkan.Bagaimanapun juga, jika diteruskan seperti ini, takutnya Kirani akan mulai merasa curiga.Rakael dengan berat hati menarik kembali telapak tangannya, lalu bertanya, "Kak Kirani, gimana rasanya sekarang?"Kirani sedikit menggerakkan tubuhnya, lalu menyentuh bagian perut bawahnya. Senyuman lega muncul di wajahnya. "Jauh lebih baik. Aku benar-benar nggak tahu harus gimana berterima kasih padamu."Rakael melambaikan tangan. "Jangan sungkan denganku. Kita ini teman, sudah seharusnya saling membantu."Ranti menimpali dari samping, "Benar, benar. Kirani, Raka ini memang anak yang baik hati. Nggak usah sungkan padanya."Ekspresi Rakael menjadi aneh. Di mata Ranti, dia ini anak kecil? Namun, setelah dipikir-pikir lagi, usianya memang sama dengan Marten. Jadi, jika Ranti menganggapnya anak kecil, sepertinya juga tidak salah.Nessa melangkah maju, menatap Rakael dari
続きを読む