"Kakek terlalu memuji, itu cuma sedikit resep tradisional."Seorang perawat wanita tak bisa menahan diri untuk bertanya, "Kalau begitu, cahaya keemasan tadi itu apa?"Rakael berdeham ringan, lalu mulai berbohong dengan wajah serius. "Oh, yang itu ya? Mungkin pantulan cahaya dari kaca sana? Aku juga sempat heran, kenapa silau sekali ...."Sang kakek tidak melanjutkan pertanyaan. Dia hanya menatap Rakael dalam-dalam, lalu menoleh ke Almira dan berkata, "Almira, anak muda ini ... nggak buruk."Pipi Almira langsung memerah. Dia diam-diam mencubit Rakael, tetapi di dalam hatinya tak kuasa merasa senang. Sepertinya, ujian dari kakek akhirnya terlewati?"Tarsa, kamu hampir membuatku mati ketakutan!" Rahmat dan Tarsa sudah berteman selama bertahun-tahun. Sekarang melihat sahabat lamanya hidup kembali, tentu dia benar-benar lega dari lubuk hatinya.Tarsa menatap Rahmat dengan penuh rasa terima kasih dan berkata dengan suara lirih, "Rahmat, aku merepotkanmu lagi.""Nggak merepotkan. Lagi pula, y
Read more