Rakael sedikit mengernyit.Jalan barang antik ini memang ramai, jadi kejadian seperti ini bukanlah hal yang jarang. Dia melirik punggung perempuan yang telah pergi itu, lalu menoleh ke beberapa orang yang mengikutinya dari belakang. Di dalam hatinya, muncul sedikit keraguan.Bagaimanapun, mereka hanyalah orang asing yang kebetulan berpapasan. Tidak ada keharusan baginya untuk ikut campur. Lagi pula, tingkat kultivasinya saat ini tidak tinggi. Bertindak gegabah bisa saja malah mendatangkan masalah.Namun, setelah dipikirkan lagi, kaldron kecil yang dia incar masih berada di tangan perempuan itu. Selain itu, perempuan itu tampak lembut dan pendiam. Jika benar-benar sampai menjadi sasaran orang-orang itu, akibatnya tidak terbayangkan.Begitu pikiran itu muncul, Rakael pun tak lagi ragu dan segera menyusul."Kak, cewek itu cantik banget!""Sial, lihat kaki sama badannya. Kalau bisa main sekali saja, mati pun aku rela!""Pelan sedikit, jangan banyak omong! Tas cewek itu kelihatan menggembun
Read more