Greyson mengerang pelan. Suara itu nyaris tak terdengar, namun cukup untuk memecah keheningan.Mike langsung bereaksi. Ia berlari menghampiri, menjadi orang pertama yang paling panik di antara kerumunan yang mulai bergerak.“Greyson, jangan berdiri! Jangan dipaksa,” ucapnya cepat, berlutut di hadapan Greyson tanpa peduli debu di celananya.Tangannya gemetar saat hendak menyentuh pergelangan kaki Greyson, lalu ragu. Takut salah, takut memperparah. Mike menoleh tajam ke arah kru.“Panggil tim medis. Sekarang!”Beberapa orang langsung bergerak. Yang lain mundur, memberi ruang. Greyson masih bertumpu pada satu lutut, napasnya berat, keringat bercampur debu menempel di pelipisnya.“Bisa berdiri?” tanya Mike lebih pelan, suaranya turun, cemasnya tak bisa lagi disembunyikan.Greyson menggeleng singkat. Rahangnya mengeras, menahan lebih dari sekadar rasa sakit.“Bukan apa-apa,” gumamnya, entah pada Mike atau pada dirinya sendiri.Namun cara tangannya mencengkram aspal terlalu kuat untuk diseb
Última atualização : 2026-02-03 Ler mais