“Kau akan membantuku, kan?” ucap Stella pelan, nyaris berbisik, tapi cukup tajam untuk menusuk.Winter diam. Tatapannya terkunci pada pantulan wajah Stella di cermin. Senyum itu masih tenang, ramah, nyaris bersahabat. Namun di baliknya, Winter melihat sesuatu yang lain. Kesabaran yang berbahaya. Keyakinan bahwa ia sedang memegang kendali.Rahang Winter mengeras. Otot di pelipisnya menegang, tanda kecil yang jarang ia sadari, tapi selalu muncul saat ia terpojok.Ia tidak langsung menjawab. Di kepalanya, potongan-potongan kejadian berkelebat cepat. Rumor yang sudah terlanjur menyebar. Tatapan dingin Greyson di ruang Pak Han. Keheningan yang terasa lebih keras daripada teriakan. Dan kini Stella duduk terlalu dekat, bicara terlalu santai, meminta terlalu banyak.Ini bukan lagi permintaan. Ini tekanan.“Kenapa harus aku?” tanya Winter akhirnya, suaranya rendah, nyaris datar. “Kau bisa minta ke siapa pun di tim.”Stella memiringkan kepala, berpura-pura berpikir. “Karena Greyson mempercayaim
최신 업데이트 : 2026-01-28 더 보기